Fanfic

Senin, 25 Januari 2016

Suratku Untukmu

Hai,
Masih ingat kalau kita bertemu ketika berkunjung ke mako ku?
Kalau diingat katanya kamu pernah bertemu denganku saat pradik latsar 67 (angkatanku)

Di sana kamu mengajak aku untuk berkenalan, di saat waktu itu aku sedang renggangnya hubunganku. Aku takut sekali denganmu, tapi kau berusaha untuk selalu senyum untuk menenangkanku.

Kemudian kau datang lagi kedua kalinya ke mako ku, dengan seorang cewek yang aku pikir itu adalah cewekmu. Aku berusaha untuk tidak mencari perhatian karena saat itu aku berusaha untuk mencoba tidak mencari pacar. Alasanku agar tidak menjadikan cowok itu pelarian.

Ketiga kalinya kita bertemu lagi, ketika aku ada masalah. Masalah aku ingin ikut kursus tapi aku belum diksar. Aku masih ingat, kita dipertemukan kembali oleh Axel dan kamu beserta cewek yang pernah kamu bawa.

Aku berpikir itu adalah staffmu. Aku selalu berpikiran positif, aku pun juga takut dan benar itu memang staffmu,yang kebetulan ikut kamu. Tapi kau selalu membuatku semangat. Ketika Diksar kau selalu menemuiku disaat aku bertemu dengan saudaramu.

Aku takut sekali, tapi disitu aku merasa nyaman. Sampai akhir Diksar aku menambahkanmu sebagai teman di Facebook. Tiba-tiba kau chat aku, memberikan pin bbm. Aku bingung... Kenapa kau beri pin kepada yang tidak terlalu kau kenal?

Berpikir positif, pasti. Dia menganggap aku sebagai adiknya, jadi aku anggap dia sebagai kokoku (kakak cowok). Pertama kali dia ajak aku jalan, masih ingat terbayang dibenakku 10 kali dan aku selalu menolak. Aku selalu tidur jam 10 malam juga. Aku takut tapi aku merasa ada perasaan yang kau sembunyikan.

Tawaran yang ke 11 aku menerima ajakan dia untuk jalan. Entah kenapa aku ingin dandan, sehingga aku memanggil temanku untuk mendandani ku, padahal waktu itu cuman untuk membeli buku. Tapi di situ aku mulai merasa nyaman.

Tanggal 19 Maret 2015, aku harus ke Lombok untuk kuliah. Saat itu aku diberi janji oleh temanmu untuk menjemputku. Tapi, tidak ada hasil, akhirnya aku memanggilmu. Aku takut tapi kau selalu berkata "jangan bilang merepotkan, karena aku memang tidak kerepotan". Hasilnya aku tetap saja keberatan. Ketika aku di Lombok, tanpa sadar aku terus menghubungimu. Sms sampai telepon, dari jalan sampai bersepeda (hampir nabrak bule) sampai mau tidur dan bangun pagi, komunikasi non stop.

Aku pulang 21 Maret 2015, kamu menjemputku. Langsung mengenalkan diriku ke orang tuamu. Orang tuamu sangat ramah, padahal aku takut sama mamimu awalnya. Respond sangat positif, apalagi ketambahan keponakanmu datang dari Okinawa di Jepang. Keponakanmu Risena itu sangat lucu dan sehingga aku bisa membicarakanmu dengan bahasa Jepang "ikemen" katanya. Kami seperti keluarga ketika Risena meraih tangan kiriku, dan tangan kananmu digenggam Risena.

Aku sampai sekarang menyebutnya malaikat kecil. Sehingga 31 Maret 2015 akhirnya kamu jujur tentang perasaanmu. Perasaan kita semakin muncul karena Risena hadir.

Kamu itu sifatnya keras, blak-blakan, jail, tidak suka dibohongi, cuek, agak cepat marah.
Tapi dibalik itu kamu itu sangat perhatian dengan penuh cinta, humoris, kadang romatis (walau menurutmu tidak romantis) I can't desribe it because it too much.

Betapa banyaknya masalah yang kita hadapi, aku mengucapkan terima kasih untuk selalu mendukungku.
Walau kita berargumen, kau membuatku dewasa.
Masalahku adalah masalahmu, masalahmu adalah masalahku, selalu mendoakan satu sama lain.
I always praying that u can pass the advocat exam, kita selalu berdoa untuk karirmu.
Masa depanmu adalah masa depanku juga, begitu sebaliknya. Sama-sama berusaha (sampai buka tabungan bersama untuk usaha)

Begitu banyak yang terkias di otakku, sampai aku tidak bisa mengetiknya lagi.
Apapun itu, aku sangat bersyukur, berterima kasih.

I love you Yoerry P.N
Thank u for always make me smile :)
I hope this will be long last .

note:
Mungkin untuk para jomblo, kisah ini sangat romantis (masih subjektif). Tapi ingat, semua manusia atau pasangan selalu punya kisahnya sendiri. Untuk jomblo, jangan iri. Aku percaya kalian akan menemukan pasangan kalian suatu saat. Percayalah, Tuhan menciptakan kita sepasang (kecuali yang ditakdirkan untuk selibat).

2 komentar: