Fanfic

Rabu, 27 Januari 2016

Terima Kasihku Untukmu

Kalau dibilang "ih romantis, ih sweet". Aku kadang bisa tersenyum dan menjawab "darimananya sih?". Hal ini banyak terjadi ketika proses magang pertamaku.

Kalau diingat sih dimulai saat aku mulai persiapan magang sampai dengan pembuatan laporan akhir. Aku yang disuruh membuat deskripsi magang ini, bingung mau menuliskan apa. Sampai dia ada mengetikkan beberapa kata untukku, dan akhirnya aku ubah sisanya.

Kedua kalinya, aku harus membuat proposal magang untuk perusahaan dan universitas. Dengan mendapat dosen pembimbing yang spesialis jurnalis dan agak moody. Jujur aku takut sekali, tapi dia menenangkanku dan berkata "santai". Saat itu aku menjadi tenang, kemudian aku pergi ke ruangan dosenku untuk meminjam buku. Buku yang dipinjam itu semuanya berat apalagi ketambahan buku perpustakaan. Beratnya itu sampai membuat bahuku sakit, aku mengeluh kesakitan. Dia akhirnya membawakan bukuku dan memijat bahuku. Aku merasa semangat dan ingin mengerjakan proposal. Jujur aku sampai begadang dan dia menemaniku di mcd sampai selesai. Lucunya lagi dia sampai membawa printer ke sana. Aku tidak habis pikir, sampai akhirnya aku pergi ke kampus buat bimbingan dan langsung diterima (2 kali revisi). Setelah itu aku mengirimkan ke kantorku (sebuah redaksi koran di Banjarmasin) dan aku deg-degan apakah diterima? Puji Tuhan 3 hari kemudian aku di telepon oleh HRD dan diterima. Aku langsung meneleponnya dan dia juga senang sambil berkata "selamat".

Ketika aku hendak pulang kampung, dia mengantarkanku ke bandara. Jujur itu h-1 sebelum magang. Aku jujur takut dan deg-degan. Dia cuman berkata "tenang, kalau kau butuh sesuatu, chat aku." Hari itu aku sedih harus berpisah dan harus menjalankan magangku. Selama aku magang dia selalu memberi aku semangat, dimana ketika aku lagi lelah dan tidak mendapatkan berita, dia selalu punya ide untukku kutulis dan dia bisa mencarikan aku berita. Aku merasa magangku sangat terbantu, sehingga aku menuliskan namanya dalam ucapan terima kasihku.

Ketika hendak sidang, aku harus mendapatkan 6 kali tanda tangan dosen. Jujur aku baru bisa bertemu dengan dosen pada 8 Januari lalu, aku takut tidak bisa sidang. Untungnya aku sudah kerjakan sebagian di kampungku, jadi tidak repot. Tapi masalahnya, dosenku akan cuti selama 3 hari. Jadi aku harus begadang dan berusaha harus selesai. Mampir ke mcd untuk mengerjakan tugas, dia membawakanku es krim ke sukaanku. Aku tidak menyangka sekali sampai dia rela menemaniku sampai jam 2 malam. Sampai besok paginya aku harus menemui dosenku sebelum cuti dan harus tanda tangan saat itu juga, tahu apa yang dilakukannya? Lagi-lagi dia membawa printer ke kampus beserta kertas dan menaruhnya di mako. Aku jujur takut dan sempat menangis karena stressnya, perasaan takut tidak bisa sidang selalu menghantuiku. Dia hanya berkata "bisa kok bisa". Walau sebelumnya dia marah tapi ketika berkata bisa aku menjadi tenang.

Akhirnya aku bisa sidang, tanggal 18 kemarin dengan giliran kedua. Jujur aku gugup karena harus bahasa inggris. Aku tidak bisa ngomong lancar dengan inggris, sampai dia sempat menakutiku dan aku harus belajar giat. Hari sidang, dia mengantarkanku dan menakutiku sebelum sidang. Tapi dibalik candanya dia hanya berkata "jangan gugup, dosen akan suka kalau kamu gugup, tenang, santai saja, toh kamu sudah bisa materinya. kamu bisa kok." Jujur saat itu aku yakin memang bisa, walau tidak lancar, tapi setidaknya hasil itu membawakan aku nilai B.

Hari besoknya, sebenarnya aku harus revisi. Berhubung ada kegiatan menwa selama 3 hari, dari 19-21 Januari aku harus menunda itu. Sampai aku baru benar mengerjakan pada hari minggu. Jujur aku takut, ketika temanku sudah hampir semuanya bimbingan. Ketika hari senin rencana bimbingan, dosen tidak ada. Sedangkan batasnya adalah 29 Januari mendatang. Aku sangat takut, akhirnya selasa kemarin aku bisa bimbingan, dengan satu dosen sudah fix. Aku harus mendapatkan 3 tanda tangan untuk bisa mengumpulkan laporanku. Sampai hari ini, aku harus bangun pagi untuk mengejar dosenku lainnya. Lagi, dia mengatakan "bisa kok" dan aku terpacu, sehingga rasa stress dan putus asaku hilang. Sampai dia membawa printernya lagi ke kampus untuk membantuku. Serta laptopnya aku pinjam beberapa hari untuk laporan akhir ini. Untuk keperluan selanjutnya aku butuh cd dan kotak cd. Aku sampai terdiam, sebegitu relanya waktunya hilang untuk membantuku.

Aku berterima kasih karena dia selalu menyemangati dan mendukungku. Tidak bisa ku bayangkan apa aku jadinya tanpamu.
Thank u so much. I love you Yoerry P.N

Tidak ada komentar:

Posting Komentar