Fanfic

Rabu, 27 Januari 2016

Terima Kasihku Untukmu

Kalau dibilang "ih romantis, ih sweet". Aku kadang bisa tersenyum dan menjawab "darimananya sih?". Hal ini banyak terjadi ketika proses magang pertamaku.

Kalau diingat sih dimulai saat aku mulai persiapan magang sampai dengan pembuatan laporan akhir. Aku yang disuruh membuat deskripsi magang ini, bingung mau menuliskan apa. Sampai dia ada mengetikkan beberapa kata untukku, dan akhirnya aku ubah sisanya.

Kedua kalinya, aku harus membuat proposal magang untuk perusahaan dan universitas. Dengan mendapat dosen pembimbing yang spesialis jurnalis dan agak moody. Jujur aku takut sekali, tapi dia menenangkanku dan berkata "santai". Saat itu aku menjadi tenang, kemudian aku pergi ke ruangan dosenku untuk meminjam buku. Buku yang dipinjam itu semuanya berat apalagi ketambahan buku perpustakaan. Beratnya itu sampai membuat bahuku sakit, aku mengeluh kesakitan. Dia akhirnya membawakan bukuku dan memijat bahuku. Aku merasa semangat dan ingin mengerjakan proposal. Jujur aku sampai begadang dan dia menemaniku di mcd sampai selesai. Lucunya lagi dia sampai membawa printer ke sana. Aku tidak habis pikir, sampai akhirnya aku pergi ke kampus buat bimbingan dan langsung diterima (2 kali revisi). Setelah itu aku mengirimkan ke kantorku (sebuah redaksi koran di Banjarmasin) dan aku deg-degan apakah diterima? Puji Tuhan 3 hari kemudian aku di telepon oleh HRD dan diterima. Aku langsung meneleponnya dan dia juga senang sambil berkata "selamat".

Ketika aku hendak pulang kampung, dia mengantarkanku ke bandara. Jujur itu h-1 sebelum magang. Aku jujur takut dan deg-degan. Dia cuman berkata "tenang, kalau kau butuh sesuatu, chat aku." Hari itu aku sedih harus berpisah dan harus menjalankan magangku. Selama aku magang dia selalu memberi aku semangat, dimana ketika aku lagi lelah dan tidak mendapatkan berita, dia selalu punya ide untukku kutulis dan dia bisa mencarikan aku berita. Aku merasa magangku sangat terbantu, sehingga aku menuliskan namanya dalam ucapan terima kasihku.

Ketika hendak sidang, aku harus mendapatkan 6 kali tanda tangan dosen. Jujur aku baru bisa bertemu dengan dosen pada 8 Januari lalu, aku takut tidak bisa sidang. Untungnya aku sudah kerjakan sebagian di kampungku, jadi tidak repot. Tapi masalahnya, dosenku akan cuti selama 3 hari. Jadi aku harus begadang dan berusaha harus selesai. Mampir ke mcd untuk mengerjakan tugas, dia membawakanku es krim ke sukaanku. Aku tidak menyangka sekali sampai dia rela menemaniku sampai jam 2 malam. Sampai besok paginya aku harus menemui dosenku sebelum cuti dan harus tanda tangan saat itu juga, tahu apa yang dilakukannya? Lagi-lagi dia membawa printer ke kampus beserta kertas dan menaruhnya di mako. Aku jujur takut dan sempat menangis karena stressnya, perasaan takut tidak bisa sidang selalu menghantuiku. Dia hanya berkata "bisa kok bisa". Walau sebelumnya dia marah tapi ketika berkata bisa aku menjadi tenang.

Akhirnya aku bisa sidang, tanggal 18 kemarin dengan giliran kedua. Jujur aku gugup karena harus bahasa inggris. Aku tidak bisa ngomong lancar dengan inggris, sampai dia sempat menakutiku dan aku harus belajar giat. Hari sidang, dia mengantarkanku dan menakutiku sebelum sidang. Tapi dibalik candanya dia hanya berkata "jangan gugup, dosen akan suka kalau kamu gugup, tenang, santai saja, toh kamu sudah bisa materinya. kamu bisa kok." Jujur saat itu aku yakin memang bisa, walau tidak lancar, tapi setidaknya hasil itu membawakan aku nilai B.

Hari besoknya, sebenarnya aku harus revisi. Berhubung ada kegiatan menwa selama 3 hari, dari 19-21 Januari aku harus menunda itu. Sampai aku baru benar mengerjakan pada hari minggu. Jujur aku takut, ketika temanku sudah hampir semuanya bimbingan. Ketika hari senin rencana bimbingan, dosen tidak ada. Sedangkan batasnya adalah 29 Januari mendatang. Aku sangat takut, akhirnya selasa kemarin aku bisa bimbingan, dengan satu dosen sudah fix. Aku harus mendapatkan 3 tanda tangan untuk bisa mengumpulkan laporanku. Sampai hari ini, aku harus bangun pagi untuk mengejar dosenku lainnya. Lagi, dia mengatakan "bisa kok" dan aku terpacu, sehingga rasa stress dan putus asaku hilang. Sampai dia membawa printernya lagi ke kampus untuk membantuku. Serta laptopnya aku pinjam beberapa hari untuk laporan akhir ini. Untuk keperluan selanjutnya aku butuh cd dan kotak cd. Aku sampai terdiam, sebegitu relanya waktunya hilang untuk membantuku.

Aku berterima kasih karena dia selalu menyemangati dan mendukungku. Tidak bisa ku bayangkan apa aku jadinya tanpamu.
Thank u so much. I love you Yoerry P.N

Untuk Takeru Kwang Saudara KSRku

Di setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. Baik secara terduga maupun tak terduga.
Siapapun pasti tidak ingin kehilangan orang yang dicintai.
Tapi, bila Tuhan berkata, itu bukanlah suatu pengecualian.

Aku percaya, kalau memang orang itu baik maka Tuhan akan memanggilnya dengan cepat, untuk berada di sebelahnya.
Aku juga percaya kalau tugas seseorang di dunia sudah selesai, apabila dipanggil Tuhan.

Sedih, Sakit? PASTI! Mungkin sampai berkata "Tuhan mengapa begini, kadang tidak adil!" Atau "Tuhan jahat, mengapa Kau mengambil orang yang penting bagiku!?" Bukan itu, Tuhan adil dan baik, justru karena Tuhan tidak ingin melihat anakNya menderita.

"Memangnya kamu sudah merasakan sakit seperti ini!?" Mungkin itu yang ditanyakan kepadaku. Aku belum merasakan seperti itu, tapi percayakah kau ada pelangi setelah hujan? Percayakah rencana Tuhan indah pada waktuNya?

INGATLAH! Selama masih ada di dunia, kita pasti punya badai untuk menjadikan kita dewasa. Tuhan itu baik dan adil, kalaupun Dia harus mengambil orang yang kita sayangi, bersyukurlah.

Mengapa? Karena merekalah yang terpilih dari orang di dunia untuk duduk di sebelahNya. Ingat setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan, di setiap ada kehidupan pasti ada kematian. Kematian adalah awal dari hidup baru.

Walau jarang bertemu, tapi aku masih ingat dengan perawakan dan suaramu.
Selamat jalan saudara KSR ku Takeru Kwang. Semoga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
17 Maret 1996 - 26 Januari 2016

Senin, 25 Januari 2016

Heart to Heart

Sorry for bad grammar and english. I can't write very well.
Today I am in mood to fill my blog. Especially in English (still nervous to write this but still on fire to write this).

I don't know what must I write in this post. Just thinking that 'him' is in my head and my heart. I know that he still busy and he had to many thought. I feel bad for him, because he can't sleep everyday. If he can sleep, he will sleep 2-3 hours after the lamp is turn off. I hope he still on fire to do his job. I always pray for him, no matter what happened.

Now, I just remember about our trip, sometimes we go to Malang for refreshing. It was a nice trip once a day, we went there by motorcycle, and we slept at Batu. In the middle of our trip, rain was pouring, and I forget to bring the pants (just bring the short pant). Luckily the rain just stopped, so we can continue our trip (non stop).

Thinking about him so suddenlly sometimes can make me cry. I love him so much, because I am still child, very emotional, very chit chat person, etc. I think "why you love me, I just not perfect to you" I just don't know how his feel towards to me. He is a patient man, and sometimes get angry when I am not in the mood.

At christmas night last year, I pray for our business, your career, our relationship. I cried at that time, because his love to me. He took an advocat exam, he was very stressed, I just pray for him. Now in his career sometimes his subordinates killing him inside. Sometimes I HATE them! and I want to scream like this: "HOW DARE YOU DID THIS TO HIM, YOU DON'T KNOW WHAT HIS FEELING, AND YOU DON'T KNOW WHAT HE DID TO US! YOU SAID A HUMAN!? IF YOU WANT JUST TALK TO HIM, NOT KILLING HIM FROM BEHIND!" yeah maybe something like that.

Well, he was busy now. But he didn't forget to contact me. He will reply 30 minutes (yeah I must understand, that he have a business). I write this well I cried, I don't know, but I know sometimes he will get angry to me. He is a kind person that people sometimes misjudged him. His face, his attitude, maybe there are people who dislike him, but actually he is a kind person. I think I can't fit to him, but I know nobody is perfect in this world.

So that's for now. Just write this to make feel me so happy.

Thanks for reading, if you want to share, share it. If you want contact me, just contact me on comment or facebook or twitter.
Facebook: vellycia njoko
Twitter: @vellycianjoko

Suratku Untukmu

Hai,
Masih ingat kalau kita bertemu ketika berkunjung ke mako ku?
Kalau diingat katanya kamu pernah bertemu denganku saat pradik latsar 67 (angkatanku)

Di sana kamu mengajak aku untuk berkenalan, di saat waktu itu aku sedang renggangnya hubunganku. Aku takut sekali denganmu, tapi kau berusaha untuk selalu senyum untuk menenangkanku.

Kemudian kau datang lagi kedua kalinya ke mako ku, dengan seorang cewek yang aku pikir itu adalah cewekmu. Aku berusaha untuk tidak mencari perhatian karena saat itu aku berusaha untuk mencoba tidak mencari pacar. Alasanku agar tidak menjadikan cowok itu pelarian.

Ketiga kalinya kita bertemu lagi, ketika aku ada masalah. Masalah aku ingin ikut kursus tapi aku belum diksar. Aku masih ingat, kita dipertemukan kembali oleh Axel dan kamu beserta cewek yang pernah kamu bawa.

Aku berpikir itu adalah staffmu. Aku selalu berpikiran positif, aku pun juga takut dan benar itu memang staffmu,yang kebetulan ikut kamu. Tapi kau selalu membuatku semangat. Ketika Diksar kau selalu menemuiku disaat aku bertemu dengan saudaramu.

Aku takut sekali, tapi disitu aku merasa nyaman. Sampai akhir Diksar aku menambahkanmu sebagai teman di Facebook. Tiba-tiba kau chat aku, memberikan pin bbm. Aku bingung... Kenapa kau beri pin kepada yang tidak terlalu kau kenal?

Berpikir positif, pasti. Dia menganggap aku sebagai adiknya, jadi aku anggap dia sebagai kokoku (kakak cowok). Pertama kali dia ajak aku jalan, masih ingat terbayang dibenakku 10 kali dan aku selalu menolak. Aku selalu tidur jam 10 malam juga. Aku takut tapi aku merasa ada perasaan yang kau sembunyikan.

Tawaran yang ke 11 aku menerima ajakan dia untuk jalan. Entah kenapa aku ingin dandan, sehingga aku memanggil temanku untuk mendandani ku, padahal waktu itu cuman untuk membeli buku. Tapi di situ aku mulai merasa nyaman.

Tanggal 19 Maret 2015, aku harus ke Lombok untuk kuliah. Saat itu aku diberi janji oleh temanmu untuk menjemputku. Tapi, tidak ada hasil, akhirnya aku memanggilmu. Aku takut tapi kau selalu berkata "jangan bilang merepotkan, karena aku memang tidak kerepotan". Hasilnya aku tetap saja keberatan. Ketika aku di Lombok, tanpa sadar aku terus menghubungimu. Sms sampai telepon, dari jalan sampai bersepeda (hampir nabrak bule) sampai mau tidur dan bangun pagi, komunikasi non stop.

Aku pulang 21 Maret 2015, kamu menjemputku. Langsung mengenalkan diriku ke orang tuamu. Orang tuamu sangat ramah, padahal aku takut sama mamimu awalnya. Respond sangat positif, apalagi ketambahan keponakanmu datang dari Okinawa di Jepang. Keponakanmu Risena itu sangat lucu dan sehingga aku bisa membicarakanmu dengan bahasa Jepang "ikemen" katanya. Kami seperti keluarga ketika Risena meraih tangan kiriku, dan tangan kananmu digenggam Risena.

Aku sampai sekarang menyebutnya malaikat kecil. Sehingga 31 Maret 2015 akhirnya kamu jujur tentang perasaanmu. Perasaan kita semakin muncul karena Risena hadir.

Kamu itu sifatnya keras, blak-blakan, jail, tidak suka dibohongi, cuek, agak cepat marah.
Tapi dibalik itu kamu itu sangat perhatian dengan penuh cinta, humoris, kadang romatis (walau menurutmu tidak romantis) I can't desribe it because it too much.

Betapa banyaknya masalah yang kita hadapi, aku mengucapkan terima kasih untuk selalu mendukungku.
Walau kita berargumen, kau membuatku dewasa.
Masalahku adalah masalahmu, masalahmu adalah masalahku, selalu mendoakan satu sama lain.
I always praying that u can pass the advocat exam, kita selalu berdoa untuk karirmu.
Masa depanmu adalah masa depanku juga, begitu sebaliknya. Sama-sama berusaha (sampai buka tabungan bersama untuk usaha)

Begitu banyak yang terkias di otakku, sampai aku tidak bisa mengetiknya lagi.
Apapun itu, aku sangat bersyukur, berterima kasih.

I love you Yoerry P.N
Thank u for always make me smile :)
I hope this will be long last .

note:
Mungkin untuk para jomblo, kisah ini sangat romantis (masih subjektif). Tapi ingat, semua manusia atau pasangan selalu punya kisahnya sendiri. Untuk jomblo, jangan iri. Aku percaya kalian akan menemukan pasangan kalian suatu saat. Percayalah, Tuhan menciptakan kita sepasang (kecuali yang ditakdirkan untuk selibat).

Jumat, 22 Januari 2016

Surat untuk Juniorku

Waktu pendidikan pradik latsar 69 menwa di universitasku telah usai. Banyak halangan, suka, duka mewarnai 3 hari itu.

Bila dilihat dari kacamata saya sebagai senior, hal itu seperti surga, coba bandingkan zaman saya. Bukannya saya membandingkan, tapi kenyataan zaman dan keadaan fisik mereka yang membuat mereka seperti itu.

Pada zaman saya, pendidikan saya tidak akan berhasil bila kaki melepuh. Coba bandingkan saja dengan zaman 69 ini. Bila dibandingkan mental sama fisik jelaslah zaman kami. Korsa kami pun diuji selama 3 hari.

Pesan untuk Vincent: harus semangat terus apalagi mau diksar, hafalkan Panca Dharma Satya. Walau skoliosis mu kadang kambuh, tetap semangat. Pertahankan mentalmu.

Pesan untuk Nicho: ini nih yang buat teman saya sampai ketakutan, dikira kesurupan. Tetap semangat, juga hafalkan Panca Dharma Satya, kalaupun punya rasa takut, kurangi, apalagi mau diksar, harus bisa bersosialisasi.

Pesan untuk Diana: ini nih, kamu harus semangat. Banyak yang kau alami bisa kau jadikan pelajaran, jangan pernah menyerah dan menyesal. Sakit itu biasa, semua juga mengalami, sama seperti cece dulu. Tetapi tetap pertahankan semangat seperti itu. Apalagi koko mendukungmu dan membanggakanmu

Pesan untuk Magda: Magda kamu mentalnya bagus, saya senang. Tapi kalau ada apa-apa jangan diam, kita senior bingung semua. Walau tidak diksar pertahankan semangatmu.

Pesan untuk Alvin: kalau bisa jangan pernah menyerah sebelum mencoba. Kalau dilihat kamu bisa kok, zamanmu pradik masih mending daripada zaman seniormu ini, kamu masih belum melihat saudaramu masuk rumah sakit kan? zaman 67, 68 sampai masuk rumah sakit. Maka bersyukurlah dan selalu semangat.

Pesan untuk Albertus: kecerobohanmu itu dikurangi, kalau bisa cobalah kamu berpikir sebelum melakukan. Hilangkam rasa takut dan cemas, percaya saja. Apalagi mau diksar, coba hapalkan Panca Dharma Satya.

Pesan untuk Albert: selalu semangat, hapalkan Panca Dharma Satya. Meski kemarin kamu koleng dan memperbaiki bajumu di depan saya, saya percaya kamu bisa melanjutkan tugasmu. Tetap semangat sampai akhir diksar nanti.

Jujur saya sedih ketika mereka lambat, apatis, banyak yang tumbang. Rasa marah saya semakin menumpuk ketika ada salah satu dari mereka yang ngeyel. Jujur saya tidak suka, tapi karena saya harus mengakui dia membuat saya tertawa bersama rekan saya dari satuan lain.

Mungkin bisa dipikirkan oleh satuan lain, "enak yah satuan ini gak banyak hukuman" tapi bagi kami karena keselamatan yang utama jadi kami utamakan.

Satu hal yang saya kagumi dari mereka, walaupun mereka lemah, kurang korsa, agak apatis, lambat. Semangat mereka yang selalu ada, walaupun dongkol mereka selalu mencoba yang terbaik.

Saya sebagai senior satmenwa 843 mengucapkan selamat bergabung. Kiranya pengalaman berharga ini membuat kalian tidak lupa dan selalu semangat untuk mengerjakan kegiatan di kampus.
Terima kasih untuk membuat senior mu ini kesal dan tertawa.
Terima kasih juga untuk 828, 844, 882, dan unusa yang telah membantu.
Terima kasih untuk bapak yonif 500 yang sudah melatih mereka.

Minggu, 03 Januari 2016

Bangkit dari yang Terpuruk

Siapapun pasti pernah jatuh cinta dan patah hati. Saya juga pernah mengalaminya.
Jatuh cinta saya berawal dari seoarang senior saya. Kami bertemu ketika upacara, lantas saja orang berkata jatuh cinta pada pandangan pertama.
Saya jadi cewek pastinya agak jual mahal. Tapi, pdkt itu hanya berlangsung 1 minggu dan dia menembak saya.
Lantas saja saya bingung dan mengiyakan.

Hubungan kami pastinya banyak lika liku. Apalagi ketika menjelang wisudanya, waktu itu saya masuk Rumah sakit. Jujur di saat itu saya merasa stress karena perubahannya dia.
Seakan-akan ingin menjauhkan diri dari saya. Saya mengerti maksud itu dan saya hanya bisa berdiam diri. H-1 dia wisuda, saya keluar dari rumah sakit.

Saat itu saya merasa senang dan sedih atas perlakuan yang dia berikan. Saya hanya bisa berharap dia mengenalkan ke orang tuanya, tapi nyatanya tidak. Saya hanya merasa saat itu dia tidak serius.
Selang seminggu dari itu dia pergi, tentu saja kami harus LDR. Tapi, saat LDR itu sudah ketahuan, bahwa dia menjauhkan diri dari saya.
Saya tahu karena dia tidak membalas dan tidak menelepon saya lagi. Saya menjadi stress. Sampai saya merasa ingin mati saja. Untungnya selalu ada dukungan dari dosen konseling dan teman saya untuk menguatkan saya.

Saya berusaha bangkit dan percaya kalau dia mungkin sibuk. Saya tidak berniat untuk melakukan hal negatif.
Sesudah upacara 28 Oktober, dia kembali ke Surabaya untuk mengambil ijazahnya dan mengutarakan apa yang menjadi pikirannya.

Hal yang saya takutkan terjadi, dia meminta untuk mengakhiri hubungan. Saya terdiam dan stress, tidak tahu apa-apa. Sekali lagi saya ingin mati saja waktu itu. Semua yang saya lakukan dengan cara mengisi waktu kosong dengan melakukan apa yang saya suka atau berbincang dengan teman. Berkat dukungan teman-teman dan dosen konseling saya sekali lagi, saya masih bertahan dan melangkah keluar dari lubang keterpurukan.

Sakit, PASTI! Saya menangis setiap malam, meminta Tuhan untuk menguatkan hati saya. Tuhan akhirnya mengabulkan doa saya, doa yang dijawab itu membutuhkan kesabaran.
Tuhan mempertemukan saya dan dia kembali, dimana dia meyakinkan ada yang lebih baik daripada dia. Ya, benar perkataan dia dan doa saya terjawab. Tuhan mengirimkan saya seorang pria yang tidak saya duga.

Di sini saya mendapatkan belajar, jatuh bangun itu pasti. Apalagi masalah cinta, sakit hati meruapakan sakit yang luar biasa. Sakit hati pasti lambat disembuhkan, tapi apa salahnya berbincang dengan teman atau orang yang dituakan. Serta adanya motivasi dari diri untuk terus bangkit dan melangkah.

Semoga kisah saya dapat membantu. Bila ingin curhat, silahkan hubungi penulis di vellycian@gmail.com atau vellycian@yahoo.com
Untuk respond cepat bisa dihubungi di facebook: vellycia njoko atau twitter: @vellycianjoko
Thanks :)

Jumat, 01 Januari 2016

Jadi diri sendiri

"Jadi diri sendiri dan percaya!"

 Begitu kataku memulai perkuliahan awal sesudah ospek. Aku mengambil jurusan Ilmu Komunikasi di sebuah universitas di Surabaya. Di Universitas kami sebagai mahasiswa baru, haruslah mengikuti sebuah kegiatan kemahasiswaan. Tentu saja banyak sekali yang ada, awalnya aku ingin mengambil KSR (Korps Suka Rela) dan melukis. Tapi ketika aku melihat Resimen Mahasiswa, aku menjadi tertarik. 

Kalau umumnya Resimen Mahasiswa itu adalah MENWA. Temanku berkata "Mau jadi satpam?", tapi aku tidak mengindahkannya dan tetap masuk unit kegiatan tersebut. Tapi, aku mengurungkan niatku awalnya, karena mustahil untuk mendapatkan seragam seperti mereka.

Aku terus memikirkan hal-hal apa yang aku dapat, dan aku ingin sekali mengikuti MENWA karena aku suka. Yah, juga ada alasan lain dimana kondisi kesehatanku tidak memungkinkan. Akhirnya, aku naik ke kamar seniorku dan mengetok kamarnya. JUJUR! Awalnya aku kaget! Ada orang lain di kamar tersebut, dan dia adalah seniorku sekarang di MENWA.

Dia mengungkapkan bahwa MENWA itu asyik, sehingga aku harus bergabung. Akhirnya aku membulatkan tekadku untuk bergabung pada 17 Agustus 2013, sesudah upacara kemerdekaan. Setelah bergabung, ternyata latihan yang ku hadapi sangat berat. Mulai dari fisik dan mental. JUJUR! aku adalah junior yang nakal dan selalu membantah sehingga sering dihukum.

Tetapi, teman-teman yang awalnya mengejekku, menjadi motivator buat aku. Mereka berkata "Do what you like" sehingga aku menjadi semangat, dan para dosen mulai mengenal aku sebagai anak UKM MENWA. Tugas pertamaku adalah menjaga upacara, menurutku sangat melelahkan, aku dicaci maki sama teman-teman dari jurusan lain, dan membuat aku sangat terpukul. Dunia perkuliahan ternyata sangat luas dan teman-teman semakin beraneka ragam sifatnya, aku menjadi khawatir dan ingin mundur.

Aku mencoba berpikir ulang kembali, "Mungkin mereka sangat bosan" pikirku dan mencoba berpikir positif lalu mengerjakan tugasku. Adanya rapat eval membuat aku semakin mengerti, mengapa seperti itu?. Permasalahan muncul ketika orang tuaku tahu aku ikut MENWA diam-diam.

"Kamu itu cewek, jangan kayak cowok! apalagi kamu bersih dan bla-bla" Itu membuatku sangat kesal dan aku tetap saja mengabaikan mereka dan ingin lanjut terus. Ya, sepandainya tupai meloncat pasti akan jatuh, aku ketahuan lagi ikut MENWA. Mereka menjadi marah dan menyuruhku ikut UKM lain, tapi aku hanya berpikir untuk menjadi diri sendiri.

Diri yang berpegang teguh pada tujuan awal. Aku mengatakan kepada diriku harus mendapat baret pada tahun pertama. Tapi, sebelum itu aku harus mengikuti Pra Pendidikan Dasar (Pelantikan Anggota UKM) selama 3 hari di kampus.

Barang-barang yang ku siapkan sangatlah lengkap, tentu saja dengan bantuan teman-teman seperjuanganku. Hari yang dinantikan pu tiba, aku menyiapkan diriku dengan baik. Dari antara 3 perempuan anggota UKM MENWA angkatan 2013, hanya akulah yang bertahan, sampai sekarang (sisanya 8 cowok). Aku merasa menjadi seorang cewek yang perkasa karena itu. Sampai teman-temanku tahu kalau aku yang tersisa sendiri, sampai mereka terheran mengapa aku bisa bertahan. 

Aku menjawab "hanya jadi diri sendiri" tentu saja aku mengungkapkan dengan senyum. Tiga hari itu bagaikan neraka! Aku jatuh bangun, sampai bahkan masuk Rumah Sakit, dan mereka pesimis dan menganggap aku tidak akan diizinkan untuk ikut sampai Pendidikan Dasar. Aku terkulai lemas dan hanya bisa membantu temanku cowok yang juga serupa denganku. Tapi, aku mengatakan bahwa aku akan ikut pendidikan.

Seusai Pra Pendidikan Dasar, ada formulir yang diserahkan kepadaku untuk mengikuti Pendidikan Dasar. tentu saja sebelum aku ada senior perempuan yang sama seperti aku sudah mengikuti pendidikan. Dia satu-satunya perempuan yang sudah Pendidikan Dasar setelah UKM kami tidak dibekukan lagi. Aku termoticasi dan membawa formulir tersebut pulang.

Keadaan yang tidak terduga, aku malah dimarahi sama kedua orang tuaku "LIHAT SAJA KAMU JADI HITAM! CEWEK! PERAWATAN MAHAL!" marah mamahku. Jujur aku sangat kecewa sekali, dikarenakan bukankah mereka mendukungku?. Saat itu aku marah dan jujur saja serasa mau minggat, tapi aku harus membuktikan kepada mereka seniorku. Aku mengumpulkan keberanianku dan berkata "kalau aku mempunyai ipk yang bagus, semester depan aku ikut!" . Orang tuaku mengiyakan hal tersebut, dan aku menjadi tetap pada diri sendiri.

Aku tetap menjadi seorang anggota UKM MENWA dan dengan jabatan Kepala Sekretariatan. Siapa yang tidak tahu denganku, satu jurusan? Semua dosen tahu denganku karena UKM yang aku ambil ini. Aku menjadi semangat saja untuk menuliskan langkahku ke depannya. Mendapatkan banyak masalah? PASTI!, Dicaci maki Komandan dan senior? PASTI!, junior nakal dan tidak bisa mengurusnya? PASTI!. Sampai pada akhirnya, aku sumpek dan menceritakan kepada Kepala Staff MENWA di Mahasurya ini (jadi calon aku sekarang), melalui bantuan temanku. Dia hanya memberiku motivasi dan tetap jadi diri sendiri untuk menjalankan kegiatan sehari-hari.

Aku bertemu dengan senior yang datang, ditanya apakah aku pendidikan nantinya? Aku menjawab dengan percaya "ya", tetapi dia mentertawakan dan akhirnya sambil berkata "Semoga berhasil", entah apa itu hinaan atau semangat aku tidak tahu. Pastinya aku berpikir harus jadi diri sendiri dan percaya bahwa aku akan bisa.

Hari yang ditunggu tiba, dimana aku mendapatkan informasi tentang pendidikan. Aku menelepon orang tuaku, tentu saja mereka marah. Aku hanya berkata "Adikku saja didukung untuk pergi menuntut ilmu wushu selama 1 bulan, mengapa aku tidak? hanya karena aku seorang cewek? bukankah mamah dan papah mendukungku selama kegiatan itu positif?" tentu dengan menangis, karena mereka sudah berjanji. Mereka terdiam sejenak dan akhirnya mereka berkata "ya, asal kamu bisa jaga diri dan IPK mu baik-baik saja." Aku sangat senang karena bisa mendapatkan cita-citaku untuk memakai baret dengan menempuh pendidikan selama 3 minggu.

Selama 1 tahun aku memakai topi dan akhirnya aku memakai baret juga. Bukan karena aku tidak mau topi dan hanya ingin baret, tetapi ilmu yang ku dapatkan. Aku menjadi seorang MENWA dari MAHASURYA ketika aku selsesai pendidikan 1 Maret 2014 kemarin. Sampai wakil dekanku meminta ku untuk scan sertifikat untuk dijadikan prestasi PRODI dan aku juga salah satu mahasiswa berprestasi Ilmu Komunikasi angkatan 2013-2014.

Apapun yang kamu kerjakan, lakukan dengan percaya dan jadilah diri sendiri. Semoga cerita ini bisa jadi motivasi, untuk kalian semua. GOD BLESS!


Bila ingin berbagi bisa hubungi saya di email: vellycian@gmail.com atau vellycian@yahoo.com Untuk yang cepat bisa hubungi saya di FB atau twitter: Vellycia Njoko / @vellycianjoko
Thanks